Featured

First blog post

This is the post excerpt.

Advertisements

This is your very first post. Click the Edit link to modify or delete it, or start a new post. If you like, use this post to tell readers why you started this blog and what you plan to do with it.

post

Point penting tausiyah Ustadz Nur Kholiq dalam rangka Isra’ Mi’raj Musholla Al-muhajirin III

Peringatan Isra’ Mi’raj tahun 2018 jatuh pada hari Sabtu, 14 April 2018. Sejumlah umat islam memperingati dengan berbagai rangkaian acara. Seperti halnya di Musholla Al-muhajirin III Kepaon Denpasar.

Melalui para remaja yang tergabung dalam Ikatan Remaja Muslim Mekar Jaya (IRMA JAYA), acara pengingatan Isra’ Mi’raj tahun 2018 dikemas dengan konsep yang lebih meriah yaitu dengan menggelar perlombaan untuk para santri TPQ Al-muhajirin III, serta pengajian akbar dengan menghadirkan penceramah dari Jember, Ustadz Nur Kholiq.

Dengan adanya kegiatan tersebut, berharap dapat meningkatkan ukhuwah islamiah antar warga serta menanamkan akhlakul karimah sejak dini hingga usia dewasa. Hal itu kemudian diangkat menjadi tema kegiatan Isra’ Mi’raj tahun ini di Musholla Al-muhajirin III.

Ustadz Nur Kholiq dalam tausiyahnya memberikan pemahaman akan pentingnya ukhuwah serta akhlakul karimah. Serta terakhir ditutup dengan ijazah yang bisa diamalkan. Diantara point penting tersebut adalah:

Yang pertama tentang betapa pentingnya menjaga ukhuwah, tidak boleh suka menggunjing sesama apalagi memberikan keburukan.

Saat isra’ mi’raj Rasulullah SAW diperlihatkan oleh Allah swt, perempuan yang payudara dan lidahnya sampai paha. Lantas Rasulullah bertanya, kenapa bisa demikian? Ternyata perempuan tersebut tidak punya solusi kebaikan atau hanya memberikan keburukan dan suka rasan-rasan (suka ngomongin orang lain) . Itu tidak ada obatnya.

Ustadz Kholiq menjelaskan Dalam mustalahah hadits, Orang yang setelah berbicara utama yang buruk harus Diakhiri Istighfar 3 x serta sholawat 1 x
(Astagfirullahal’adzim watu bu ilaihi. 3 x Allahhuma sholli ‘ala muhammad).

Yang kedua, dalam menanamkan akhlakul karimah maka kita i’ba’ sama Rasulullah SAW. Karena Akhlaknya kanjeng Nabi sudah karimah semua.

Ketiga adab Rasulullah SAW Sebelum tidur. Rasulullah SAW tidak pernah tidur sebelum membaca berikut ini: istighfat 3x, Basmalah (Bismillahiraahmaninrrahim) 21x, doa tidur (Bismikallahuma ahya wabismika amut),  Surat Al-Ikhlas 3x sebagai ganti khotmil Qur’an, membaca surah Al-Falaq, Surah An-nas, surah Al-Fatehah dilanjutkan ayat kursi 3x dan terakhir ditutup dengan membaca Laa ilaha illallah 3x dan sholawat 3x.

Kemudian Rasulullah SAW tidur dengan miring kanan ke arah kiblat. Hal itu dijelaskan dari sisi kesehatan bahwa Organ dalam tubuh banyak bertenpab di sebelah kiri, sehingga jika miring ke kanan insyaAllah sehat selalu.

Keempat adab Ketika Rasulullah SAW makan. Rasulullah makan tidak pernah menggunakan tangan kiri. Ketika dirasa sudah enak, Rasulullah berhenti makan. Dan Rasulullah makan dengan duduk, tidak pernah sambil berdiri apalagi jalan-jalan.

Kelima sifat lemah lembut Rasulullah SAW. Yaitu Ketika disapa orang lain dengan lunak, keras atau bahkan diejak atau lain sebagainya, maka sikap Rasulullah SAW  tidak ada bedanya. Misal ketika akan berangkat sholat berjamaah diludahi orang kafir, Rasulullah tidak marah. Dan ketika orang kafir tidak meludai kanjeng nabi, beliau ke bertanya kepada sahabat. Kemudian mencari orang tersebut bersama sahabat. Akhirnya diketahui bahwa orang tersebut sedang sakit. Maka setelah sholat berjamaah, rasulullah menjenguk orang tersebut.

Keenam Rasulullah dengan istri-istrinya tidak permah memanggil dengan namanya. Tapi Di panggil laqobnya (gelarnya) Misal ya khumaira (wahai pipi kemerah-merahan). Hal itu bisa kita contoh dalam kehidupan sehari-hari. Misal jika punya anak bisa memanggil pasangan dengan sebutan ayah atau bunda. Jika sudah punya cucu bisa memanggil pasangan dengan sebutan mbah putri atau mbak kakung. Atau dengan sebutan lain dalam tanda sayang yang lainnya. Intinya jangan dipanggil namanya.

Ke tujuh, Sesama tetangga itu berusaha mengutamakan atau dalam bahasa jawa ‘nglegakne”. Mengutamakan orang lain itu pahalanya besar sekali. Jika ada teman tidur maka kita tidak berani membangunkan khawatir akan mengganggunya. Ketika ada orang lain makan berlebihan, kita tidak bisa melarang. Apalagi ketika ada orang lain puasa, kita tidak boleh menyirih untuk membatalkannya.  Kita berusaha menjaga untuk tidak melukai hati orang lain.

Kedelapan, Ketika dimarahin istrinya jangan balik menantang. Saat berdiri langsung duduk. Kalau duduk masih marah, maka langsung berbaring. Kalau berbaring insyaAllah tensi menurun. Intinya mengalah demi kebaikan.

Terakhir ustadz Kholiq memberikan ijazah untuk para jamaah. Diantaranya sebagai berikut :

Pertama jika ingin hidup barokah maka setelah sholat subuh, wiridan, dan doa.
Kemudian berdoa “Allahuma bariklana cukupono loberono beras akeh, duwit akeh kanggo sangu ngaji lunga haji barokahe nabi wali”. InsyaAllah hidupnya barokah dan segala sesuatu dimudahkan oleh Allah swt.

Kemudian yang kedua, bagi yang sudah punya anak, jika ingin daya ingat anak kuat maka ijazahnya sebagai berikut; malam setelah lewat jam 12 malam, membaca surah Al-Qodar 3x, kemudian di tiupkan di jidatnya anak. Maka insyaAllah daya ingat anak menjadi kuat.

 

Penulis : Muhammad Muhlisin, S.Pd.I

Dalam acara isra’ mi’raj musholla Al-muhajirin III Kepaon Denpasar

Ahad 15 April 2018

TPQ Al-muhajirin 3 Juara liga futsal santri Porsadin 2018, Ketenangan adalah kunci kemenangan

Futsal Porasadin kota Denpasar merupakan salah satu ajang tahunan yang di prakarsai oleh Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) kota Denpasar. Futsal tahun ini diikuti oleh 19 tim dari berbagai lembaga pendidikan diniyah takmiliyah se- Kota Denpasar dengan batas usia maksimal di bawah 13 tahun. Keluar sebagai juata tahun ini adalah TPQ Al-muhajirin 3, disusul Al-Ikhwan juara 2, Al-Musatqim juara 3 dan At-Tarbiyah juara 4.

Meski kompetisi cukup sengit, TPQ Muhajirin 3 di bawah pelatih bertangan dingin Muhammad Muhlisin mampu tampil impresive dengan menyapu bersih semua pertandingan.

Superioritas Muhajirin 3 terlihat di pertandingan pertama penyisihan group dengan mengandaskan perlawanan dari TPQ Al-Hudy dengan skor 7 – 0. Hal itu memang strategi sari sang pelatih untuk mengantisipasi apabila pertangingan kedua kalah dari TPQ Nurul Iman. Sehingga pelatih menginstruksikan agar timnya mencetak banyak goal dengan harapan jika jalah masih masuk runner up terbaik. Namun diluar dugaan, pertandingan kedua justru berhasil menakhlukkan unggulan juara TPQ Nurul iman dengan skor 2-1.

Memasuki babak ke 8 besar, Muhajirin 3 bertemu tim unggulan lainya yaitu TPQ Al-Makmur. Di pertandingan sebelumnya Al-Makmur mampu mengandaskan Runner Up tahun 2016 TPQ Amanah Suci. Di pertandingan ini, permainan berjalan sangat alot. kedua tim silih berganti melakukan serangan dan pertahanan yang rapat sehingga skor babak pertama masih 0 – 0. Di Babak kedua, goal bunuh diri dari pemain belakang Al-Muhajirin hampir memupuskan harapan untuk melaju ke Semifinal. Beruntung saat injury time, Tim Muhajirin 3 mampu menyamakan kedudukan sehingga dilanjutkan dengan drama adu pinalty. Muhajrin 3 aakhirnya menyudahi pertandingan dengan kemenangan 2-1 di babak adu pinalty.

Di babak semifinal, Tim Muhajirin 3 bertemu dengan tim kuda hitam dari At-Tarbiyah. Target dari pelatih sebenrnya sudah cukup yaitu masuk 4 besar. Hampir tak memasangkan strategi khusus melawan At-Tarbiyah. Yang penting para pemain bermain dengan relax tanpa beban. Namun demikian semangat anak-anak justru mampu mengantarkan ke Final dengan skor akhir 4 – 1.

Di partai puncak, Tim Muhajirin 3 sudah ditunggu tim pendatang yang tampal luar biasa yaitu TPQ Al-Ikhwan. Sejak awal pertandingan tim ini memang menjadi sorotan dari pelatih Muhajirin 3. Materi pemain Al-Ikhwan mayoritas diatas rata-rata, tak heran jika mereka melaju hingga ke Final. Diluar dugaan, pertahanan muhajirin 3 sangat kokoh sehingga membuat lawan frustasi. Hal itu dimanfaatkan para pemain untuk melakukan serangan balik bertubi-tubi. Hingga akhirnya Muhajirin 3 berhasil keluar sebagai Juara usai mengalahkan Al-Ikhwan dengan skor 4-1.

Pelatih Muhajirin 3, Muhlisin mengaku sangat bangga dengan hasil yang diraih anak asuhnya. Dia tidak menyangka jika keluar sebagai juara mengingat persiapan yang sangat minim. Namun demikian Muhlisin tak mau disebut sebagai pelatih. Karena “pada dasarnya anak-anak santri muhajirin sudah memiliki bakat, saya hanya mengatur strategi saja. ditambah faktor luck dan rejeki hehe” ujarnya